Rabu, 01 Agustus 2012
PENgertian :
Menurut Bahasa :
Nama – nama yang baik
Menurut Istilah :
Nama – nama yang baik & agung bagi Allah swt.sebagai bukti kemahaagungan & kesempurnaan-Nya.
Hadis nabi saw :
”Dari Abi Hurairah Rasulullah saw.bersabda : Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama , yaitu seratus kurang satu ; barang siapa yang menghitungnya ( menghafalnya ) ia masuk surga . ” ( hr bukhari & muslim )
Allah swt. berfirman dalam q. s. al - hasyr ayat 24:
” Dialah Allah Yang Maha Menciptakan , Yang mengadakan , Yangg membentuk rupa , Dia memiliki nama – nama yang indah . Apa yang di langit & di bumi bertasbilah kepada-Nya . Dan Dialah Yang Maha Perkasa , Maha Bijaksana .” ( qs al – hasyr / 59 : 24 )
Asmaul Husna yang berjumlah 99 hanya milik Allah swt & tidak ada yang mempunyai & menyamai nama – nama tersebut . Oleh karena itu , manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya , diharapkan untuk mengucapkan nama – nama indah & agung tersebut dalam kehidupan sehari – hari . Ketika berzikir / berdoa , nama – nama asmaul husna kita baca dengan memilih sesuai permintaan kita .
Firman allah swt dalam q. s. al - a' raf ayat 180:
” Dan Allah memiliki Asmaul Husna ( nama – nama yang terbaik ) , maka memoholahlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu & tinggalkanlah orang – orang yang menyalahartikan nama – nama-Nya . Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan .” ( qs al – a’ raf / 7 ; 180 )
99 asmaul husna & artinya
Asmaul husna artinya
Ar Rahman Maha Pengasih
Ar Rahim Maha Penyayang
Al Malik Maha Merajai
Al Quddus Maha Suci
Al Salam Maha Sejahtera
Al Mukminin Maha Terpecaya
Al Muhaimin Maha Memelihara
Al Aziz Maha Perkasa
Al Jabbar Maha Berkehendak
Al Muttakabir Maha Memiliki Kebesaran
Al Khaliq Maha Pencipta
Al Bari Maha Pembuat
Al Musawiru Maha Pembentuk
Al Gaffar Maha Pengampun
Al Qahhar Maha Perkasa
Al Wahhab Maha Pemberi
Ar Razaq Maha Pemberi Rezeki
Al ’Aliy Maha Tinggi
Al Kabir Maha Besar
Al Hafiz Maha Penjaga
Al Muqit Maha Pemelihara
Al Hasib Maha Perhitungan
Al Jalil Maha Luhur
Al Karim Maha Mulia
Ar Raqib Maha Mengawasi
Al Mujib Maha Mengabulkan
Al Wasi’u Maha Luas
Al Hakim Maha Bijaksana
Al Wadud Maha Mengasih
Al Majid Maha Mulia
Al Ba’ist Maha Pembangkit
Asy Syahidu Maha Menyaksikan
Al Haqqu Maha Benar
Al Wakil Maha Pemelihara
Al Qawiy Maha Kuat
Al Matin Maha Kokoh
Al Waliy Maha Melindungi
Al Hamid Maha Terpuji
Al Musà Maha Menghitung
Al Mundi’ Maha Memulai
Al Mu’id Maha Mengembalikan
Al Muhyi Maha Menghidupkan
Al Mumit Maha Mematikan
Al Hayy Maha Hidup
Al Qayyum Maha Berdiri Sendiri
Al Wajid Maha Menemukan
Al Majid Maha Mulia
Al Wahid Maha Tunggal
Al Ahad Maha Esa
Al Fattah Maha Pemberi Keputusan
Al ‘Alim Maha Mengetahui
Al Qabid Maha Pengendali
Al Basit Maha Meluaskan
Al Khafid Maha Merendahkan
Al Rafu Maha Meninggalkan
Al Mu’izzu Maha Terhormat
Al Muzillu Maha Menghinakan
Al Sami’u Maha Pendengar
Al Bashir Maha Melihat
Al Hakam Maha Menghukum
Al ’Adlu Maha Adil
Al Latif Maha Lembut
Al Khabir Maha Mengetahui
Al Halim Maha Penyantun
Al ’Azim Maha Agung
Al Gafur Maha Pengampun
Asy Syakur Maha Penerima Syukur
As Shamad Maha Dibutuhkan
Al Qadir Maha Kuasa
Al Muqtadir Maha Menentukan
Al Muqadim Maha Mendahulukan
Al Muakhir Maha Mengakhiri
Al Awwal Maha Pertama
Al Akhir Maha Terakhir
Al Zahir Maha Nyata
Al Batin Maha Tersembunyi
Al Waliy Maha Memerintah
Al Muta’al Maha Tinggi
Al Barr Maha Dermawan
Al Tawwab Maha Penerima Taubat
Al Muntaqim Maha Penyiksa
Al ‘Afuw Maha Pemaaf
Al Ra’uf Maha Pengasih
Al Malikul Mulk Maha Penguasa Kerajaan
Zuljalali Walikram Maha Pemilik Keagungan & Kemuliaan
Al Muqsit Maha Mengadili
Al Jami Maha Mengumpulkan
Al Ganiy Maha Kaya
Al Mugni Maha Pemberi Kekayaan
Al Mani Maha Pencegah
Al Darru Maha Pemberi Berita
An Nafi Maha Pemberi Kemanfaatan
An Nur Maha Bercahaya
Al Hadi Maha Pemberi Petunjuk
Al Badi Maha Pencipta
Al Baqiy Maha Kekal
Al Waris Maha Mewarisi
Al Rasyid Maha Pandai
Al Sabur Maha Sabar
Selasa, 31 Juli 2012
Ananiah
Secara bahasa, ananiah berarti egois. Sebagai sikap yang selalu mementingkan diri sendiri. Dalam sehari-hari, perilaku Ananiah tergambar dalam perilaku ini :
1. Tidak perduli terhadap apa yang terjadi pada orang lain dan keadaan sekitar.
- Merasa bahwa selama menyenangkan dirinya, apa yang dilakukannya itu benar, walaupun orang lain dirugikan.
2. Sombong.
- Merasa dialah yang paling benar. Dan dia akan merasa yang lainnya salah.
3. Memutuskan ikatan persaudaraan.
- Merasa tidak ada untungnya dari ikatan tali persaudaraan dan merasa segala sesuatu bisa dilakukan, tanpa bantuan siapapun.
4. Susah menerima nasihat orang lain.
- Merasa dirinya paling benar sehingga tidak suka apabila ada orang yang memberikan kritik dan masukan.
Sifat Ananiah itu merusak jiwa seseorang. Ia adalah penyakit hati yang penderitanya tidak merasa sakit. Padahal Ananiah bias menyebabkan penderitanya sakit jiwanya
B. Gadab
Diambil dari bahasa Arab yang berarti marah. Jika dilekatkan sebagai perilaku manusia manusia, gadab bisa dipahami sebagai perilaku pemarah atau mudah marah. Pemarah adalah perilaku tidak terpuji yang terwujud dalam sikap yang mudah marah secara berlebihan. Marah merupakan bentuk keinginan untuk menyakiti orang lain karena dianggap menyerang kehormatannya atau merugikan kepentingannya.
Sifat gadab bias merusak pribadi seseorang. Sifat marah dapat menyebabkan seseorang berbuat nekat dan tanpa perhitungan. Rasullah SAW mengajarkan kita sewaktu marah hendaknya secepat-cepatnya berwudhu. Karena air wudhu dapat meredam amarah kita dan menetralkan pikiran kita.
C. Hasad
Berasal dari kata Arab yang artinya dengki atau iri hati. Namun, dalam bahasa Indonesia menjadi hasud. Orang yang bersifat hasud akan berusaha agar orang lain celaka, dengki, dan mendapat kesulitan.
Cara untuk meghindarkan diri kita dari Hasad adalah merasa diri cukup dengan apa yang dimiliki dan menyadari bahwa tiap-tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
D. Gibah
Secara bahasa Arab, yaitu gaba yang berarti membelakangi. Dan secara istilah, gibah adalah sebagai sikap suka membicarakan kejelekan orang lain di belakang orang yang bersangkutan. Orang yang berbuat gibah sering tidak menyadari kekurangannya sendiri.
E. Namimah
Namimah berarti mengumpat atau mencela, mengejek, dan melontarkan perkataan buruk kepada seseorang. Perbuatan namimah harus dilawan karena dilarang Allah swt.
Ananiah, gadab, hasad, gibah dan namimah adalah bagian dari perilaku tidak terpuji yang harus dihindari. Semua itu adalah penyakit hati. Orang yang sakit hatinya kerapkali tidak sadar. Berbeda dengan sakit fisik yang mudah dikenali dan diobati. Obat hati adalah zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an , dan bergaul dengan orag saleh.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)
