Senin, 29 Juli 2013

Life Must Go On, Girl!






heyho! i'm back;) this time, i'm not a 10th grade student, now i'm on XI IA 5 and i'm not on the same class again with my best friends, Novia and Monica:( but i must get it! on the first day i'm down because of it, and you must know that the next day is my special date, so i think that i'm not the luckiest girl because i get the bad news before i have a beauty day:( yeah but i'ts life, life must go on!



Senin, 22 Juli 2013

Profil

Pimpinan :: Organisasi :: Staf Akademik/Dosen :: Staf Non Akademik

Sejarah

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB) yang diresmikan pada 1 Januari 2006 merupakan gabungan dua departemen di ITB, yaitu Departemen Teknik Elektro dan Teknik Informatika (SK Rektor No. 012/SK/01/OT/2005). Kedua departemen ini mempunyai sejarah yang panjang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Elektro (EL) sejak tahun 1974, dan Teknik Informatika (IF) sejak tahun 1982.
Seiring dengan perkembangan Kurikulum 2008 dan kebutuhan masyarakat serta industri STEI ITB membuka dan menambah tiga program studi baru. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya SK Rektor Nomor : 268/SK/K01/OT/2008 tentang Pembukaan Program Studi Sarjana Teknik Tenaga Listrik, Teknik Telekomunikasi, Sistem dan Teknologi Informasi tanggal 26 nopember 2008. Oleh karena itu saat ini STEI menyelenggarakan pendidikan sejumlah 5 (lima) Program Sarjana Teknik (S1), yaitu Sarjana Teknik Elektro, Sarjana Teknik Informatika, Sarjana Teknik Tenaga Listrik, Sarjana Teknik Telekomunikasi, Sarjana Sistem dan Teknologi Informasi yang masing – masing berlangsung 8 semester dengan total kredit 144 SKS. Selain itu STEI ITB juga menyelenggarakan Program Magister Teknik (S2) dan Program Doktor (S3).

Visi dan Misi

Visi
Menjadi Institusi pendidikan tinggi, pengembang ilmu pengetahuan Teknik Elektro dan Informatika yang unggul dan terkemuka di Indonesia dan diakui didunia serta berperan aktif dalam usaha memajukan dan mensejahterakan bangsa.
Misi
  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dan pendidikan berkelanjutan di bidang teknik Elektro dan Informatika dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi .
  2. Mengikuti (memelihara) keterkinian (state of the art) serta mengembangkan ilmu pengetahuan Teknik Elektro dan Informatika melalui kegiatan penelitian yang inovatif.
  3. Mendiseminasikan ilmu pengetahuan, teknologi dan pandangan/wawasan Teknik Elektro dan Informatika yang dimiliki kepada masyarakat baik melalui lulusannya, kemitraan dengan industri atau lembaga lainnya maupun melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka membentuk masyarakat berkearifan teknologi.

Selasa, 02 Juli 2013




yes...this is Samsung Galaxy Note II.
mom..dad.. can I have this one? please ..

one of my fav quotes~

" Jika segala hal direncanakan..apa indahnya hidup? rencanakan saja sebagian.. sisanya? jadikan kejutan."
-@WOWKonyol 

back!

hello! i'm back!

please..

mengapa baru sadarnya sekarang, gin? menyesal kan kamu? yaaa menyesal sekali.

tak bisakah waktu diulang? aku ingin memperbaiki segalanya agar aku tak menyesal lagi akan hal ini.

Sabtu, 01 Juni 2013


Ini bukan candaan. Tentang yang di atas, pembangunan Tugu Kuntilanak memang benar-benar tengah diwacanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada Pemerintah Kota Pontianak. Artinya, tak menutup kemungkinan maskot baru yang bakal “menandingi” kepopuleran Tugu Khatulistiwa itu akan terwujud nyata.
Jangan dulu berkomentar, karena ada asap pasti ada api. Ada usulan pasti ada alasannya. Wacana ini memiliki tujuan positif, pastinya, yaitu untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan adanya fenomena Tugu Kuntilanak yang unik dan tak biasa, Pemerintah Provinsi berharap Pontianak nantinya menjadi destinasi wajib kunjung para wisatawan. Tak cuma dalam lingkup nasional, tugu ini nantinya bisa tenar sampai ke negeri tetangga.
Orang akan bertanya-tanya asal nama Pontianak, yang kalau ditelusuri berawal dari mitos hantu kuntilanak, sehingga kalau dibangun Tugu Kuntilanak maka orang pasti ramai-ramai mau berfoto,” terang Kartius, Asisten III Setda Kalbar, Jumat (29/03) lalu kepada Antara. Kartius pun mengibaratkan nantinya Tugu Kuntilanak akan menjadi seperti Tugu Kucing di Sarawak. Atau, mungkin seperti Patung Singa yang kalau belum melihat langsung dan berfoto di sana, sama artinya belum sah datang ke Singapura.
Pontianak berdiri pada 23 Oktober 1771 Masehi, diawali dengan kedatangan rombongan Syarif Abdurrahman Alkadrie yang mendapat gangguan hantu kuntilanak dan hal-hal berbau mistis lainnya saat membuka hutan di persimpangan tiga sungai—Landak, Kapuas Kecil, dan Kapuas—untuk mendirikan balai. Karena itulah, balai tersebut kemudian diberi nama Pontianak. Setelah 11 tahun tinggal di Pontianak, tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie pun dinobatkan sebagai Sultan I Pontianak.
Jelas bukan, kalau kita menilik ke belakang, asal-muasal nama Pontianak tak lepas dari mitos kuntilanak itu sendiri, sehingga pembangunan tugu ini memang masih berhubungan dengan sejarah, dan ciri khas Pontianak. Dan menilik dari segi bisnis, keuntungan di depan mata, mengingat masyarakat kita masih sangat antusias dengan segala hal berbau mistis. Tak percaya, lihat saja heboh dukun santet yang sampai sekarang masih hangat. Yang belum jelas adalah soal perwujudannya.
“Kalau orang susah menampilkan bagaimana rupa atau bentuk kuntilanak tersebut, seperti wajah saya juga tidak masalah," tutup Kartius, bercanda. Sekadar berwacana, pihak pemerintah bahkan masih belum menemukan solusi eksekusinya. Apa akan menyeramkan? Belum tentu, tergantung bagaimana seniman patung mempresentasikannya, kalau benar-benar akan direalisasikan. Namun, satu yang pasti, satu cerita mistis pasti akan mendampingi berdirinya tugu semacam ini. Semoga tak malah menjadi tempat pemujaan anyar, atau media bagi masyarakat untuk lebih tenggelam dalam dunia klenik. Zaman sudah modern.

;;